Menjadi lajang apalagi wanita sungguh menjadi buah bibir masyarakat. Yang inilah itulah sabar aja.....pastinya kudu iklas jalani hidup. Ya... Alloh ku nanti jodohku yang bisa mengajaku kejalan-Mu.
Pria yang hadir dalam hidupku tidak ada yang serius jadi aku saat ini memilih sendirian meski agak kesepian. Dalam keheningan malam terkadang menangis dalam sujudku , memohon kepada-Mu, Ya Robbku. Ya Nabiku Muhammad SAW kekasih Alloh pujaan hati wanita. Semua muslimah berharap bisa menemukan seseorang yang seperti-Mu . Kebahagiaan yang Kau ciptakan dalam kisah keluargamu sungguh menjadi inspirasi, meskipun saat ini banyak yang salah.
Usiaku hampir 40 tahun ya Alloh, belum juga ada tanda-tanda jodoh datang padaku. ataukah aku terlalu takut. Karena dosa-dosa masa laluku. Engkau ingin aku berbuat Apa....?
Ya....aku masih saja seperti ini, shalatku masih saja sering alpa. Dan itulah dosaku mungkinkah itu yang menjauhkanku dari Jodohku ya Robb... Niatku baru sekedar niat tapi belum kuwujudkan.Terlalu banyak alasan...sakit inilah itulah. Padahal Engkau sering mengingatkanku.
Ya alloh aku rindu menikah bukan karena nafsu atau sekedar membahagiakan keluargaku yang dulu menjadi motivasiku. Tapi Engkau memerintahkan manusia untuk menikah karena itu salah satu ibadah.
Aku memang tidak sempurna , aku tidaklah cantik bisa dibilang aku sering rendah diri karena fisik ini. aku tidaklah cerdas meskipun aku berharap aku bisa berubah cerdas. Aku tidaklah suci karena banyaknya dosa-dosaku. aku mengaku...aku berdosa dan aku bertobat kepada-Mu Ya Robbku.
Aku sudah hampir 40 tahun ya Alloh masa seorang wanita yang terlambat jika ingin memiliki keluarga. Aku takut sendirian dimasa tuaku ya Alloh.
Salahkah aku ...ya aku salah...terlalu mudah percaya pada lelaki . Mereka hanya mau enaknya sendiri, memanfaatkanku . Secara materi sampai aku tidak memiliki apa-apa bahkan berulangkali terjadi aku hampir terusir dari keluargaku karena aku terlalu percaya pada lelaki itu.
Tapi selalu saja Engkau menuntunku kembali kejalan-Mu. Dalam keadaan putus asa dan depresi Kau datang menenangkanku, berbisik kepadaku, Ya Robbku yang kucinta dan kupuja... aku rindu bersujud di Baitullah. Aku sangat rindu mencium Hajar aswad. Aku merindukan Rassulullah...
Ya Robb usiaku sudah hampir 40 tahun, ku mohon.....berikan jodoh yang baik kepadaku. Jodoh dunia dan akhiratku. Jodoh yang sayang dan peduli dengan keluargaku. Yang terbaik menurut-Mu aku percaya...
Aku rindu menikah di Mekkah.. Rindu menikah Di Baitullah... aku banyak kekurangan aku juga bukan orang suci..aku takut ya Robb. Takut inilah hukuman atas semua dosa-dosaku.Takut kepada-Mu yang kucintai. Takut inilah amarah-Mu.
Aku hampir 40 tahun ya Alloh tidaklah seperti saat usia 20tahunan... aku sedih ya Robb aku masih saja sendirian... Aku ingin menikah. Dengan orang yang baik menurut-Mu.
Tapi aku menilai diriku sneiri tak layak....
Lelaki yang ku kenal hanya egois, memaksakan kehendaknya, manfaatin aku untuk kebutuhanny tanpa memikirkan perasaanku, selalu perang batin. Lelaki yang ku kenal orangnya mementingkan dirinya sendiri, dan tidak setia. Karena ku takut ditinggalkannya meski tiada rasa karena ingin membuat keluargaku yakin dialah pengantinku. Tapi ternyata bukan. Aku hanya punya niat "yang kupikir BAIK" bahwa ingin menikah. Karena dengan menikah bebanku dan keluargaku berkurang, begitulah. Tapi semua salah...salah.
Justru kehancurankulah....kebodohanlah...yang kudapat.
Ya Alloh....
Jangan biarkan hamba hidup sendirian di dunia ini, berikanlah pendamping yang baik dan setia dan yang bisa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin.
Catatan berbagai peristiwa dalam kehidupanku, maupun sekitarku... Catatan tentang berbagai pengalaman baik dalam ilmu maupun pembelajaran hidup.
Rabu, 06 Agustus 2014
Selasa, 05 Agustus 2014
Rumah Di Kontrakan / House for Rent
Lokasi : Jogjakarta
Alamat : Pogung Lor RT.10 RW. 48 No.224 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta. Letaknya di belakang Hotel Sewu Mas Jalan Ring Road Utara.
Kondisi Rumah Baru 1 tahun.
Fasilitas :
Listrik 900 watt
Sumur
3 kamar tidur : 1 Kamar Tidur utama ukuran 4m x 4m, 2 kamar tidur ukuran 3m x 3m
1 kamar mandi
Ruang tamu
Ruang tengah
Dapur
car port
ada Wastafel di ruang tengah
lantai keramik
teras depan dan teras belakang
Kamar mandi : Bak Mandi dan Toilet jongkok
Harga : 16 juta per tahun kalau bisa 5 tahun.
Bisa Hubungi Marnie di 081391287303
kalau mau datang melihat denahnya dari arah perempatan jalan kaliurang masuk jalur lambat sesampainya ada papan nama Hotel Sewu mas selatan Jalan. Sebelah timurnya ada gang masuk ke selatan (menanjak) ada tugu kecil kekanan kurang lebih 25 meteran ada warung indomie depannya ada gang masuk ke utara dari deretan rumah yang menghadap ke barat rumah yang tengah yang catnya warna hijau muda.
Hanya yang serius dan yang mau tingga lama dan untuk usaha juga cocok.
Goooo to Gembira Loka Zoo
Sudah lama aq tidak menginjakan kaki di Gembira Loka Zoo padahal gak jauh lokasinya dari tempatku bekerja, banyak perubahan. Makin teduh, makin banyak variasi, adanya kekurangan itu wajar karena harus ada kerjasama antara pengelola, pengurus dan pengunjung. Larangan pengunjung untuk tidak sembarangan buang sampah atau memanjat pagar contohnya ini umum disemua kebunbinatang.
Datang saja kesana, aku gak bisa nyeriatain soale banyak banget...
Datang saja kesana, aku gak bisa nyeriatain soale banyak banget...
Libur Lebaran Bareng Sahabat ke Pantai Parangtritis
Bingung dirumah ngapain, maunya jalan tapi
masih pada mudik. Akhirnya ada juga yang sudah pulang dari mudik. Sahabat bisa ku
sebut saudara , sahabat itu bisa menjadi tempat yang kita sharing dan teman
main dan nongkrong. Kita sih sukanya jalan menyisir pantai. Di Jogjakarta wilayah
bantul kebarat banyak sekali pantai baru. Diputuskan aku dan sahabatku menuju
ke pantai Parang tritis. Dengan mengendarai sepeda motor matic hasil kerja
kerasku. Sebelum berangkat aku mampir kebengkel untuk mompa ban depan belakang
biar sip karena sahabatku itu berbadan lumayan gemuk. Hari Sabtu 02 Agustus
2014 berangkat jam 13.25 siang cukup panas dan menyengat. Gila jalanan masih
padat perjalanan jadi molor karena macet di area kota dan kearah jalan Parang
tritisnya. Alhamdulillah banyak Bapak-bapak Polisi yang siaga disetiap perempatan
mengatur Lalin, meski padat dan antrian panjang . Beberapa ruas jalan dan perempatan di beri pagar
pengaman dan tali pengaman supaya pengendara tidak bisa melanggar marga, alias
nyalip dari kanan atau menerobos pastinya kena semprit Bapak Polisi. Baru beberapa
kilometer memasuki Jalan Parangtritis ban motor kena ranjau alias bocor… Untungnya gak jauh dari situ ada
tambal ban yang buka.. Alhamdulillah….kalau gak pastinya bakalan kepayahan
nuntun motor. Karena bocornya parah sampai kena dopnya bukan tambal tapi ganti
ban dalamnya. Ya…30 ribu. Perjalanan dilanjutkan sampai di jembatan Kretek
berhenti ngantri karena banyak sekali bis jadi gak berani nyalip jadi ya santai
aja deh aman… dari jembatan kretek ini jika lurus akan sampai ke Pantai
Parangtritis dan lain-lain. Nah kalau belok kiri banyak pilihan bisa kepantai
Depok, Pantai Samas kebarat lagi pantai Pandansari, Pantai Goa Cemara, Pantai
Kuwaru, Pantai Baru…atau bisa mengarah ke Kulon Progo Pantai Trisik Pantai
Glagah…
Sampai dipintu
loket masuk obyek wisata pengunjung dikenakan Rp. 5000 perjalanan masih sekitar
3 kilometer lagi. Jalan ada beberapa tanjakan dan belokan jadi harus ektra
hati-hati. Gumuk pasir sudah terliat wah asyiknya jadi tempat poto-poto dengan
background gumuk pasir berkerlip , ya gumuk pasir disini memang kaya kandungan
besinya..jadi seperti melihat banyak permata halus dipasir. Lanjutkan langkah
masih tetap komit menuju Pantai Parangtritis, akhirnya masuk plataran parkir
banyaknya penjaja jasa parkir kendaraan diarea penginapan menuju pantai sedikit
banyak sudah mendongkrak ekonomi mereka. Bagaimana tidak parkir Rp. 3000 untuk
roda dua, kalau roda empat bervariasi atau rata2 sama aku kurang begitu tahu
tapi kalau dulu sih Rp. 5000 . Kalau sekarang bisa jadi Rp. 10000 kali berapa
kendaraan saja yang datang kesana. Sampai juga di vivir pantai nan seksi ini,
deburan ombak..arus yang kuat dan lagi surut membuat petugas SAR pantai
memperingatkan pengunjung jangan berenang ketengah, karena ombak Parangtritis
ini misterius ada arus bawah yang kuat bisa menarik dengan cepat pengunjung.
Sudah banyak korban keganasan ombak arus bawah pantai Parangtritis. Menyisir
ketimur banyak aksi pengunjung yang membuat aku dan sahabatku tertawa. Ada yang
menggambar love dengan nama mereka dan pasangannya ditulis dipasir trus dipoto,
ada yang aksi selfie gaya seru, ada yang bak poto model bergaya dipantai dan
dipotret teman-temannya. Ada yang gali pasir buat kubangan, ada yang buat
candi-candian dari pasir, ada yang badannya ditimbun pasir, masih banyak lagi
aksi pengunjung pantai ini. Semakin ketimur mendekati tebing gunung pantai
terlihat sepi pengunjung padahal disini pantainya lebih datar dan sama saja sih
menurutku. Mungkin karena banyaknya karang jadi pengunjung lebih merasa nyaman
dan aman di pantai yang ramai.
Sejenak mengamati
tebing disisi timur pantai ada sebuah cotage diatas bukit, pasti asyik
memandang laut dari atas situ. Beberapa karang menghiasi sisi pantai paling ujung ini, dan ada bebeapa
penjual minuman dan lotis disana tidak seberapa banyak sih. Banyak remaja yang
sedang berduaan dan selfie. Ada yang mancing gak tau itu si mamas dapat ikan enggak
ya….?. pasirnya halus dan bersih. Berkerlap kerlip diempa matahari…hamparan
pasir tampak indah dengan berbagai motif efek dari ombak pantai . Laut tampak
hijau, hijaunya berbeda-beda yang sebelah tengah, pinggir baik yang disebelah barata
tau timur mungkin karena efek dari kedalaman lautnya. Kalau aku amatai
tebing-tebing ini rawan longsor karena banyak rekahan di tebing dan rapuhnya
batuan kapur ditebing. Bekasnya saja ada, banyak reruntuhan disekitar tebing,
bahaya ini kalau ada orang yang dibawahnya. Sayang sekali efek ombak yang
menghempas pantai kalau kita meliat airnya seperti tertarik ke arah pantai dan
kepala jadi pusing. Ya mungkin banyaknya kasus terseret ombak Parangtritis
dikarenakan pengunjung terlena dengan ombak pantai yang landai. Padahal memang
begitu sifat ombak Pantai Parangtritis, ombak landai tapi dengan arus bawah
yang kuat siap menggulung. Soooooo buat pengunjung jangan keasyikan ya mandi di
Pantai Parangtritis ntar dibawa lho sama penunggunya. Hehehehe… Diingat saja bahwa sifat ombak pantai
ini ombak atas mengasyikan arus ombak bawah menarik ketengah. Kalau mandi
jangan ketengah. Cari yang aman saja kalau tidak mau jadi korban.
Salam,
Marnie
NB. Gambar susah di uload karena menggunakan kamera HP Nokia Asha 305 kapasitas 2mp. nih baru diusahain.
Kamis, 08 Mei 2014
Soal Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semeter 1
1. Sebutkan
isi dari Ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 ?
Jawaban :
Kami
putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air
Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
2.
Apa fungsi Bahasa
Indoensia?
Jawaban
:
a. Lambang kebanggaan nasional
b. Lambang jati diri/identitas nasional
c. Alat pemersatu
d. Alat perhubungan antardaerah dan
antarbudaya
3. Sebutkan apa saja
Kedudukan bahasa Indonesia?
Jawaban :
a.
Bahasa nasional
b. Bahasa negara
4.
Apa yang dimaksud
Bahasa Indenesia sebagai Bahasa Nasional, jelaskan?
Jawaban
:
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia
berfungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, lambang identitas nasional,
alat pemersatu berbagai suku bangsa, dan alat perhubungan antardaerah dan
antarbudaya.
5.
Apa yang dimaksud
dengan Bahasa Indonesia sebagai lambang
Kebanggan Nasional? Jelaskan!
Jawaban
:
Tidak
semua bangsa di dunia mempunyai bahasa nasional yang dipakai secara luas dan
dijunjung tinggi. Adanya sebuah bahasa yang dapat menyatukan berbagai suku
bangsa yang berbeda merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Ini
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sangat mengatasi perbedaan yang ada.
6.
Jelaskan Bagaimana Bahasa Indoneisa
sebagai alat pemersatu bangsa !!
Jawaban
:
Sebuah
bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda
akan mengalami masalah besar dalam melangsungkan kehidupannya. Perbedaan dapat
memecah belah bangsa tersebut. Dengan adanya bahasa Indonesia yang diakui
sebagai bahasa nasional oleh semua suku bangsa yang ada, perpecahan itu dapat
dihindari karena suku- suku bangsa tersebut merasa satu. Kalau tidak ada sebuah
bahasa, seperti bahasa Indonesia, yang bisa menyatukan suku-suku bangsa yang
berbeda, akan banyak muncul masalah perpecahan bangsa.
Jawaban
:
Indonesia terdiri atas berbangai suku bangsa
yang budaya dan bahasanya berbeda. Untuk membangun kepercayaan diri yang kuat,
sebuah bangsa memerlukan identitas. Identitas sebuah bangsa bisa diwujudkan di
antaranya melalui bahasanya. Dengan adanya sebuah bahasa yang mengatasi
berbagai bahasa yang berbeda, suku-suku bangsa yang berbeda dapat
mengidentifikasikan diri sebagai suatu bangsa melalui bahasa tersebut.
8. Apa
yang dimaksud dengan Bahasa
Indonesia sebagai Alat Penghubung antar daerah dan Budaya ???
Jawaban
:
Masalah
yang dihadapi bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan budaya dan
bahasa yang berbeda adalah komunikasi. Diperlukan sebuah bahasa yang dapat
dipakai oleh suku-suku bangsa yang berbeda bahasanya sehingga mereka dapat
berhubungan. Bahasa Indonesia sudah lama
memenuhi kebutuhan ini. Sudah berabad-abad bahasa ini menjadi bahasa pergaulan
antaretnis (lingua franca) di wilayah Indonesia.
Jawaban
:
Sebagai
bahasa Negara, bahasa Indonesia dipakai dalam semua urusan yang berkaitan
dengan pemerintahan dan Negara
Sehari sesudah proklamasi kemerdekaan
Pada tanggal 18 Agustus ditetapkan UUD 1945 yang di dalamnya terdapat pasal,
yaitu pasal 36, yang menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”
(Bab XV, Pasal 36).
Jawaban
:
-
Bahasa Sansekerta
-
Bahasa Persia
-
Bahasa Arab
-
Bahasa-bahasa Eropa.
Jawaban :
Dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang),
Talang
Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang),
Kota Kapur
berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan
Karang
Brahi berangka tahun 688 M (Jambi).
Jawaban :
Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa
Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah
(Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan
prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.
13. Jelaskan
mengapa Bahasa Melayu sangat popular pada abad 16 dan 17sebagai bahasa
Perdagangan???
Jawaban:
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan,
yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai
bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik
sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan
terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.
Jawaban
:
Informasi
dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya,
antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen
(I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919),
Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun
(Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud
Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara,
yaitu bahasa Melayu.
Jawaban
:
Terdapat
baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh,
Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17),
seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu,
Tajussalatin, dan Bustanussalatin.
Jawaban :1) awalan di- dan kata depan di- ditulis serangkai, contoh :dikerjakan (dikerjakan), dirumah (di
rumah), dsb.;
2). Kata ulang ditulis dengan tanda 2, contoh jalan2 (jalan- jalan), kanak2 (kanak-kanak, dsb.; (sayang), pajah (payah), dsb.;3) Huruf oe ditulis u, contoh guru (goeroe), itu (itoe), dsb.;|4) Tanda diakritik/koma ain/trema ‘ ditulis k, contoh kakak (kaka’), makmur (ma’moer), dsb.5) Tahun 1947 diresmikan pemerintahan Belanda Dipelopori oleh Soewandi Ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin disebut juga dengan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)
2). Kata ulang ditulis dengan tanda 2, contoh jalan2 (jalan- jalan), kanak2 (kanak-kanak, dsb.; (sayang), pajah (payah), dsb.;3) Huruf oe ditulis u, contoh guru (goeroe), itu (itoe), dsb.;|4) Tanda diakritik/koma ain/trema ‘ ditulis k, contoh kakak (kaka’), makmur (ma’moer), dsb.5) Tahun 1947 diresmikan pemerintahan Belanda Dipelopori oleh Soewandi Ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin disebut juga dengan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)
17. Apa yang dimaksud dengan Ejaan Republik, Jelaskan!
Jawaban :
Jawaban :
Ejaan Republik (edjaan
repoeblik) adalah ketentuan ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17
Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama edjaan Soewandi,
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Ejaan ini mengganti ejaan
sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen
yang mulai berlaku sejak tahun 1901.
a) Huruf oe diganti dengan
u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
b) Bunyi hamzah dan bunyi
sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
c) Kata ulang boleh ditulis
dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
d) Awalan di- dan kata
depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
Perbedaan-perbedaan antara
ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah:
a) huruf ‘oe’ menjadi ‘u’,
seperti pada goeroe → guru.
b) bunyi hamzah dan bunyi
sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (‘) ditulis dengan ‘k’, seperti pada
kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.
c) kata ulang boleh ditulis
dengan angka 2, seperti ubur2, ber-main2, ke-barat2-an.
d) awalan ‘di-’ dan kata
depan ‘di’ kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata
depan ‘di’ pada contoh dirumah, disawah, tidak dibedakan dengan imbuhan ‘di-’
pada dibeli, dimakan.
18. Kapan Ejaan Soewandi dig anti dengan
ejaan EYD, dan siapa yang mengganti ??
Jawaban :
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
pada 23 Mei 1972 Mashuri mengesahkan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dalam
bahasa Indonesia yang menggantikan Ejaan Soewandi. Sebagai menteri, Mashuri
menandai pergantian ejaan itu dengan mencopot nama jalan yang melintas di depan
kantor departemennya saat itu, dari Djl. Tjilatjap menjadi Jl. Cilacap.
19. 1. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan
bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun
Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Disebut
apakah Ejaan tersebut dan apa isinya??
Jawaban :
Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden No. 57, Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Di Malaysia ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
20. 1. Buku apakah yang sudah diterbitkan Pada
tanggal 12 Oktober 1972, oleh Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan???
Jawaban :
“Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”
“Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”
21. Sebutkan Perbedaan-perbedaan antara
EYD dan ejaan sebelumnya ???
Jawaban :
‘tj’ menjadi ‘c’ : tjutji → cuci
‘dj’ menjadi ‘j’ : djarak → jarak
‘oe’ menjadi ‘u’ : oemoem -> umum
‘j’ menjadi ‘y’ : sajang → sayang
‘nj’ menjadi ‘ny’ : njamuk → nyamuk
‘sj’ menjadi ‘sy’ : sjarat → syarat
‘ch’ menjadi ‘kh’ : achir → akhir
awalan ‘di-’ dan kata depan ‘di’ dibedakan penulisannya. Kata depan ‘di’ pada contoh “di rumah”, “di sawah”, penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara ‘di-’ pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Senin, 21 April 2014
Mengenai keefektifan keterampilan Previewing dan Anticipation. yang berkaitan dengan membaca (reading)..
1.
Preview (preview)
Preview atau prabaca artinya meninjau lebih dahulu sebelum membaca. Wainright
(2006) mengatakan bahwa preview adalah suatu langkah di mana untuk mengenal
bahan/materi/bacaan sebelum membaca secara sepintas atau membaca sepintas lalu
untuk mengenali struktur bacaan,
pokok-pokok pikiran sebuah teks. Preview
juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih awal
tentang isi baca secara sekilas. Langkah ini dilakukan untuk mengenal organisasi
dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk mempercepat menangkap
arti, mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide yang penting, melihat susunan
bahan bacaan dan menarik perhatian, minat dan motivasi terhadap bacaan, dan
memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.
Prabaca hanya dilakukan dalam beberapa menit tetapi dengan cara yang
sistematis agar mahasiswa dapat dengan cepat menemukan ide-ide penting
dalam
sebuah teks. Prabaca sangat membantu mahasiswa dalam mencapai pemahan
yang
maksimal Frankfort dan Dye (1995); Soedarso (2005).
2.
Anticipation
Strategi ini terdiri dari sejumlah pernyataan deklaratif yang dapat digunakan pada awal bagian teks
untuk memproses informasi yang akan membantu mereka untuk memahami materi
bacaan dengan lebih baik. Strategi ini untuk
menghubungkan apa yang sudah di ketahui dengan informasi baru yang terdapat
dalam teks. Strategi ini dapat meningkatkan pemahaman dengan meminta pembaca bereaksi
terhadap pernyataan tentang topik sebelum mereka membaca teks. Hal ini
mengaktifkan pengetahuan sebelumnya sebagai perangkat motivasi untuk membuat pembaca
terlibat dalam pemahaman materi teks yang akan dibaca. Strategi ini dapat digunakan dengan baik
dalam membaca teks eksposisidan narasi,
dan dapat diterapkan untuk setiap tingkat kelas.
Ketrampilan Membaca
Ketrampilan membaca sangat penting bagi semua orang yang berkecimpung dalam bidang tulis menulis dan ajar mengajar. Untuk memudahkan pembaca mengerti dan memahami bacaannya perlu mengetahui beberapa ketrampilan membaca seperti :
1. : Preview (preview)
Preview atau prabaca artinya meninjau lebih dahulu sebelum membaca.
Wainright (2006) mengatakan bahwa preview adalah suatu langkah di mana untuk
mengenal bahan/materi/bacaan sebelum membaca secara sepintas atau membaca
sepintas lalu untuk mengenali struktur bacaan, pokok-pokok pikiran sebuah teks.
Preview juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih
awal tentang isi baca secara sekilas. Langkah ini dilakukan untuk mengenal
organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk
mempercepat menangkap arti, mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide yang
penting, melihat susunan bahan bacaan dan menarik perhatian, minat dan
motivasi terhadap bacaan, dan memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami
lebih mudah.
Prabaca hanya dilakukan dalam beberapa menit tetapi dengan cara yang
sistematis agar mahasiswa dapat dengan cepat menemukan ide-ide penting dalam
sebuah teks. Prabaca sangat membantu mahasiswa dalam mencapai pemahan yang
maksimal Frankfort dan Dye (1995); Soedarso (2005).
2. Question (bertanya)
Pada saat preview, mahasiswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebanyak
mungkin tentang isi bacaan dan apa yang ada dalam pikiran mereka misalnya dengan
mengubah judul bacaan dan subjudul atau sub dari subjudul menjadi suatu
pertanyaan. Mahasiswa bisa menggunakan kata seperti siapa, apa, kapan, bagaimana
atau mengapa dan lain-lain. Misalnya ada judul bacaan Sport. Judul tersebut bisa
diubah menjadi What kind of sport people like now? Atau What kind of sport cost
much? atau pertnyaan yang lebih spesifik menjadi What is popular sport in this
country?. Atau Why do pople take more exercise nowadays?” Tentunya
pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya ada dalam hati pembaca (mahasiswa) yang
diharapkan ada jawabanya dalam bacaan tersebut.
3. Read (Membaca)
Langkah ketiga, (read) membaca merupakan kegiatan utama dalam metode
membaca PQRST. Pada langkah ini mahasiswa akan membaca secara
lengkap dan tuntas serta komprehensif untuk mendapat jawaban dari
pertanyaan yang telah diajukan. Jadi membaca yang sesungguhnya baru langkah ketiga bukan langkah pertama seperti membaca dengan metode
konvensional Alton dan Robin (1985); Soedarso (2005)
Pada langkah ini, mahasiswa membaca secara kritis dan
berkonsentrasi untuk penguasaan ide pokok dan detail yang penting dari sebuah
bacaan yang ada. Mahasiswa harus memperlambat tempo membaca pada bagian yang
penting dan sebaliknya mempercepat pada bagian yang kurang penting atau bagian
yang sudah diketahui oleh mahasiswa.
Pada tahap ke tiga ini, mahasiswa harus memperhatikan dua hal yaitu
(1) jangan membuat catatan karena akan memperlambat dan itu bisa bisa menjadi
kutipan kata-kata penulisnya saja, dan (2) jangan membuat tanda-tanda seperti garis
bawah pada kata, atau frase atau kalimat tertentu karena hal ini bisa jadi selesai
membaca kits salah memilihnya sehingga, menghilangkan kosentrasi dan waktu
belaka Wainwright (2006).
4. Summarize (meringkas)
Pada langkah ke 4, (summary), setelah mahasiswa telah selesai membaca
secara tuntas dan komprehensif. Mahasiswa selanjutnya membuat ringkasan
(summary) secara ringkas guna membantu mengingat apa yang telah dibacannya.
Secara teoritis kegiatan summary ini akan sangat membantu mahasiswa untuk
mendapatkan jawaban yang benar dalam teks. Melalui summary mahasiswa mencoba
mendapatkan hal-hal penting dalam bacaan dan detail yang yang mendukung bacaan
tersebut. Mary dan Martin (1984); Ann dan Alice (1984) mengatakan "Summary thus
becomes important valuable tool for examination since exam (test) usually cover the
important points in the subject area, summarizing of text and lecture is a vey
efficient and effectie way to prepare to understan the text and the exam. "
Pada bagian ini biasanya, waktu yang diperlukan setengah dari waktu
membaca utama tetapi ini bukan pemborosan atau ketidakefesienan tetapi
kenyataannya orang yang membaca tanpa aturan akan cenderung mengulang -
ulang secara berkali-kali. Pengulangan ini terjadi karena membaca tanpa
metode, biasanya pembaca sering dan segera lupa dan mereka terpaksa
mengulanginya beberapa kali dan bahkan lebih banyak lagi Nunan (1995);
Soedarso (2005).
5. Test (tes atau latihan)
Langkah terakhir adalah tes (test) itu sendiri. Artinya mahasiswa diberi
kesempatan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa secara nyata setelah
melakukan empat langkah sebelumnya. Langkah kelima juga berfungsi sebagai
feedback dari proses dan langkah sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana
mahasiswa mampu memahami teks atau bacaan yang mereka baca.
Tes, di damping berfungsi untuk mengetahui kemampuan akhir mahasiswa
setelah membaca, juga berfungsi untuk melakukan remedial proses membaca agar apa
yang d itargetkan dalam pembelajaran dapat berhasil Frankfort dan Dye
(1995); Nunan (1995).
Metode pengembangan dan implementasi riil pembelajaran membaca dengan
metode PQRST meliputi dua kegiatan utama apa yang dilakukan dosen dan apa yang
dilakukan mahasiswa. Namun demikian, untuk mewujudkan proses belajar mengajar
yang optimal yang melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dan dosen sebagai fasilitator, diperlukan implementasi operasional pembelajaran tersebut.
sumber : http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Article-23401-Johan%20Sinulingga.pdf
1. : Preview (preview)
Preview atau prabaca artinya meninjau lebih dahulu sebelum membaca.
Wainright (2006) mengatakan bahwa preview adalah suatu langkah di mana untuk
mengenal bahan/materi/bacaan sebelum membaca secara sepintas atau membaca
sepintas lalu untuk mengenali struktur bacaan, pokok-pokok pikiran sebuah teks.
Preview juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui lebih
awal tentang isi baca secara sekilas. Langkah ini dilakukan untuk mengenal
organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk
mempercepat menangkap arti, mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide yang
penting, melihat susunan bahan bacaan dan menarik perhatian, minat dan
motivasi terhadap bacaan, dan memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami
lebih mudah.
Prabaca hanya dilakukan dalam beberapa menit tetapi dengan cara yang
sistematis agar mahasiswa dapat dengan cepat menemukan ide-ide penting dalam
sebuah teks. Prabaca sangat membantu mahasiswa dalam mencapai pemahan yang
maksimal Frankfort dan Dye (1995); Soedarso (2005).
2. Question (bertanya)
Pada saat preview, mahasiswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebanyak
mungkin tentang isi bacaan dan apa yang ada dalam pikiran mereka misalnya dengan
mengubah judul bacaan dan subjudul atau sub dari subjudul menjadi suatu
pertanyaan. Mahasiswa bisa menggunakan kata seperti siapa, apa, kapan, bagaimana
atau mengapa dan lain-lain. Misalnya ada judul bacaan Sport. Judul tersebut bisa
diubah menjadi What kind of sport people like now? Atau What kind of sport cost
much? atau pertnyaan yang lebih spesifik menjadi What is popular sport in this
country?. Atau Why do pople take more exercise nowadays?” Tentunya
pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya ada dalam hati pembaca (mahasiswa) yang
diharapkan ada jawabanya dalam bacaan tersebut.
3. Read (Membaca)
Langkah ketiga, (read) membaca merupakan kegiatan utama dalam metode
membaca PQRST. Pada langkah ini mahasiswa akan membaca secara
lengkap dan tuntas serta komprehensif untuk mendapat jawaban dari
pertanyaan yang telah diajukan. Jadi membaca yang sesungguhnya baru langkah ketiga bukan langkah pertama seperti membaca dengan metode
konvensional Alton dan Robin (1985); Soedarso (2005)
Pada langkah ini, mahasiswa membaca secara kritis dan
berkonsentrasi untuk penguasaan ide pokok dan detail yang penting dari sebuah
bacaan yang ada. Mahasiswa harus memperlambat tempo membaca pada bagian yang
penting dan sebaliknya mempercepat pada bagian yang kurang penting atau bagian
yang sudah diketahui oleh mahasiswa.
Pada tahap ke tiga ini, mahasiswa harus memperhatikan dua hal yaitu
(1) jangan membuat catatan karena akan memperlambat dan itu bisa bisa menjadi
kutipan kata-kata penulisnya saja, dan (2) jangan membuat tanda-tanda seperti garis
bawah pada kata, atau frase atau kalimat tertentu karena hal ini bisa jadi selesai
membaca kits salah memilihnya sehingga, menghilangkan kosentrasi dan waktu
belaka Wainwright (2006).
4. Summarize (meringkas)
Pada langkah ke 4, (summary), setelah mahasiswa telah selesai membaca
secara tuntas dan komprehensif. Mahasiswa selanjutnya membuat ringkasan
(summary) secara ringkas guna membantu mengingat apa yang telah dibacannya.
Secara teoritis kegiatan summary ini akan sangat membantu mahasiswa untuk
mendapatkan jawaban yang benar dalam teks. Melalui summary mahasiswa mencoba
mendapatkan hal-hal penting dalam bacaan dan detail yang yang mendukung bacaan
tersebut. Mary dan Martin (1984); Ann dan Alice (1984) mengatakan "Summary thus
becomes important valuable tool for examination since exam (test) usually cover the
important points in the subject area, summarizing of text and lecture is a vey
efficient and effectie way to prepare to understan the text and the exam. "
Pada bagian ini biasanya, waktu yang diperlukan setengah dari waktu
membaca utama tetapi ini bukan pemborosan atau ketidakefesienan tetapi
kenyataannya orang yang membaca tanpa aturan akan cenderung mengulang -
ulang secara berkali-kali. Pengulangan ini terjadi karena membaca tanpa
metode, biasanya pembaca sering dan segera lupa dan mereka terpaksa
mengulanginya beberapa kali dan bahkan lebih banyak lagi Nunan (1995);
Soedarso (2005).
5. Test (tes atau latihan)
Langkah terakhir adalah tes (test) itu sendiri. Artinya mahasiswa diberi
kesempatan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa secara nyata setelah
melakukan empat langkah sebelumnya. Langkah kelima juga berfungsi sebagai
feedback dari proses dan langkah sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana
mahasiswa mampu memahami teks atau bacaan yang mereka baca.
Tes, di damping berfungsi untuk mengetahui kemampuan akhir mahasiswa
setelah membaca, juga berfungsi untuk melakukan remedial proses membaca agar apa
yang d itargetkan dalam pembelajaran dapat berhasil Frankfort dan Dye
(1995); Nunan (1995).
Metode pengembangan dan implementasi riil pembelajaran membaca dengan
metode PQRST meliputi dua kegiatan utama apa yang dilakukan dosen dan apa yang
dilakukan mahasiswa. Namun demikian, untuk mewujudkan proses belajar mengajar
yang optimal yang melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dan dosen sebagai fasilitator, diperlukan implementasi operasional pembelajaran tersebut.
sumber : http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Article-23401-Johan%20Sinulingga.pdf
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)




